BarudakGudang

… soccer addict, automotive buff, music holic …

Resensi buku ”Good to Great” karya Jim Collins

Rekan-rekan pasti kenal atau pernah denger nama Jim Collins.. Dia adalah salah satu pengarang buku yang selalu memberikan inspirasi bagi pembacanya. Jim terkenal dengan beberapa hasil karangannya seperti Built to Last, Good to Great dan How the Mighty Fall.

Kebetulan saya pernah baca buku yang disebutkan kedua yaitu Good to Great. Oleh karena itu, saya akan coba sharing apa yang telah saya dapatkan di buku tersebut.

Buku ini berusaha menjelaskan beberapa alasan mengapa hanya beberapa perusahaan tertentu yang berhasil melakukan lompatan dari sekedar ‘baik’ menjadi ‘hebat’. Sedangkan kebanyakan perusahaan tidak bisa mencapai tingkat ‘hebat’ karena mereka merasa sudah ‘baik’. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Filed under: Artikel, Improvement, , , , , ,

Kaizen dalam perusahaan

Kaizen 2

Apa itu Kaizen..? Secara bahasa Kaizen yang diambil dari bahasa Jepang yaitu Kai dan Zen. Kai artinya berubah atau change dan Zen berarti baik atau good. Jadi Kaizen dapat diartikan sebagai perubahan kepada arah lebih baik. Adapun dalam penggunaannya Kaizen sering dilengkapi dengan “berkesinambungan” dan dikenal sebagai continuous improvement.

Untuk lebih jelas mengenai Kaizen, yuk kita lihat…

Sesuai artinya, filosofi dari Kaizen adalah melaksanakan perbaikan atau peningkatan yang berkesinambungan. Adapun realisasinya dalam suatu perusahaan harus bisa membudaya dan mendarah daging dari tingkat atas (top management) sampai bawahan atau istilahnya way of life perusahaan. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Artikel, Improvement, , ,

Sekilas tentang Warehouse Management System (WMS)

guadang

Warehouse Management System atau Sistem Manajemen Pergudangan merupakan kunci utama dalam suppply chain (rantai pasok), dimana yang menjadi tujuan utama adalah mengontrol segala proses yang terjadi di dalamnya seperti shipping (pengiriman), receiving (penerimaan), putaway (penyimpanan), move (pergerakan) dan picking (pengambilan).

Paradigma baru yang terjadi sekarang ini adalah dengan integrasi proses-proses yang ada dengan menggunakan suatu teknologi seperti WiFi LAN, Radio Frequency, Biztalk, Email dan teknologi informasi lainnya. Dengan WMS, kita dapat mengontrol proses pergerakan dan penyimpanan dengan lebih baik, pemakaian space gudang dengan lebih optimal, meningkatkan efektifitas proses penerimaan dan pengiriman serta mengetahui jumlah stok dengan lebih akurat pada setiap waktu.

Benefit…

Speed Up Handling Process. Penerapan WMS pada suatu pergudangan dapat mempercepat lead time proses yaitu dengan adanya proses yang dilakukan secara komputerisasi atau otomatis yang sebelumnya harus secara manual dan dilakukan banyak orang.

Ensure Accurate Inventory Data. Dengan WMS kita mengetahui semua transaksi inventory dan jumlah stock dengan lebih cepat dan akurat dalam waktu kapan pun (real time).

Optimize Your Warehouse Layout and Space Utilization. Dengan WMS, kita dapat mengatur lokasi penyimpanan barang dengan optimal. Jumlah dan tipe barang yang akan masuk ke gudang akan dapat diatur penyimpanannya dengan tool yang ada dalam system.

FIFO Implementation. Alur distribusi barang dapat dilakukan dengan baik dan sesuai dengan prisip FIFO (First In First Out).

Automated Data Collection. Pengumpulan data dapat dilakukan secara otomatis dengan menggunakan fasilitas radio-frequency portable data terminal (PDT) dan barcode scanner.

Cycle Counting. Penerapan WMS juga memberikan keuntungan dalam menghitung waktu/siklus setiap proses atau lead time. Data tersebut dibutuhkan untuk menghitung produktifitas gudang dan mempermudah upaya peningkatannya.

Jika pada penerapan WMS telah optimal maka keuntungan diatas dapat dicapai dan akhirnya dapat memberikan keuntungan pada perusahaan karena secara prinsip WMS akan mengoptimalkan tenaga kerja, menurangi waktu proses, mengurangi proses inventory yang tidak perlu dan akhitnya akan meningkatkan pelayanan kita kepada customer selanjutnya.

Di lain pihak, penerapan WMS juga tidak mudah dan membutuhkan penggodokan yang cukup matang. Dari desain Bussiness Process sampai dengan teknis harus fix sehingga hasilnya sesuai dengan yang diinginkan.

Tidak setiap gudang dapat atau harus menerapkan WMS karena adakalanya suatu gudang cukup menerapkan system pergudangn yang sederhana. Contohnya pada gudang dengan skala kecil atau jenis unit handling yang mudah.

Selain itu, keinginan untuk berinvestasi dari perusahaan pun ikut berperan dalam penerapan WMS. Dana investasi WMS yang terbilang cuckup besar, tentunya tidak ingin berakhir dengan sia-sia tanpa hasil.

Filed under: Artikel, Improvement, Logistic, , , ,

Contoh Proses QCC di Perusahaan

Setelah pada beberapa minggu lalu saya membahas tentang DELTA yaitu 8 langkah dan 7 alat yang digunakan dalam QCC, kali ini kita akan sedikit memberikan contoh risalah QCC yang telah selesai delaksanakan. Semoga dengan contoh berikut dapat lebih meningkatkan pemahaman kita terhadap DELTA maupun QCC itu sendiri untuk dijadikan sebagai budaya improvement di lingkungan kerja kita. Salam Improvement..!

Berikut contoh QCC dari perusahaan besar, tanpa bermaksud apa2 hanya untuk proses pembelajaran untuk kita semua.

QCC Toyota PSS – 14

QCC Adira Finance Document Filling

Filed under: Artikel, Improvement

My Twitter

”//barudakgudang.wordpress.com/”

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 879 pengikut lainnya