BarudakGudang

… soccer addict, automotive buff, music holic …

Resensi buku ”Good to Great” karya Jim Collins


Rekan-rekan pasti kenal atau pernah denger nama Jim Collins.. Dia adalah salah satu pengarang buku yang selalu memberikan inspirasi bagi pembacanya. Jim terkenal dengan beberapa hasil karangannya seperti Built to Last, Good to Great dan How the Mighty Fall.

Kebetulan saya pernah baca buku yang disebutkan kedua yaitu Good to Great. Oleh karena itu, saya akan coba sharing apa yang telah saya dapatkan di buku tersebut.

Buku ini berusaha menjelaskan beberapa alasan mengapa hanya beberapa perusahaan tertentu yang berhasil melakukan lompatan dari sekedar ‘baik’ menjadi ‘hebat’. Sedangkan kebanyakan perusahaan tidak bisa mencapai tingkat ‘hebat’ karena mereka merasa sudah ‘baik’.

Buku ini ditrbitkan tahun 2001, merupakan hasil penelitian terhadap 1400 perusahaan yang disaring dan hanya terpilih 28 untuk dilakukan penelitian.

Berikut beberapa alasannya sebuah perusahaan yang berhasil melakukan tranformasi dari ”Good” menjadi ”Great”.:

1. Kepemimpinan Tingkat 5

Pemimpin tingkat 5 tidak terlalu menunjukkan bahwa dia adalah seorang suksesor. Pemimpin tingkat 5 merupakan perwujudan pribadi yang rendah pribadi dan kemauan profesional. Mereka ambisius tetapi ambisius pertama dan utama untuk perusahaan, bukan untuk kepentingan pribadi.

2.  Pertama siapa? Lalu apa?

Para pemimpin tingkat 5 memulai transformasi dengan langkah awal menentukan, merekrut dan memilih orang yang dan menyingkirkan orang yang tidak cocok. Setelah orang yang tepat didapatkan baru secara bersama-sama ke arah mana akan dituju.

3. Mampu Menghadapi Kondisi Ekstrem atau Brutal

Perusahaan yang ”Great” mampu membalikkan keadaan setelah mengalami kejatuhan. Bagaikan bola yang jatuh ke lantai, dia akan kemabli ke atas melebihi posisi awalnya. Perusahaan yang seperti itu memiliki keyakinan yang kuat akan menang dan pada waktu yang sama mereka mampu menghadapi fakta paling brutal seperti apa pun keadaannya.

4. Konsep Landak (Fox vs Hedgehog)

Merupakan konsep tiga lingkaran yang saling berpotongan meliputi bidang apa yang amat anda minati (passion), apa yang menggerakkan mesin ekonomi anda, di bidang apa anda dapat menjadi paling baik di dunia. Konsep landak adalah sebuah pemahaman atas perpotongan ketiga lingkaran tersebut.

Penjelasan dari ketiga prinsip dasar tersebut adalah sebagai berikut :

1. Passion. Lakukan hal atau bidang yang benar-benar anda cintai. Bukan mencintai apa yang anda lakukan.

2. Lakukan apa yang bisa anda lakukan lebih baik bahkan paling sekian banyak orang. Kebanyakan kita berprilaku seperti serigala yang sering melakukan dan menyukai berbagai hal sehingga tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk mengerjakan hal-hal tersebut.

3. Focus pada keunggulan. Landak sangat sadar bahwa dia memiliki berbagai kelemahan, namun Landak juga sadar memiliki satu keunggulannya yang tidak dimiliki hewan lain yaitu memiliki duri yang tajam.Landak hanya fokus untuk memaksimalkan keunggulannya untuk memenangkan persaingan.

Implementasinnya, perusahaan ”Great” akan fokus pada satu bisnis utama yang menjadi passion mereka, melakukan yang terbaik dibidangnya dengan dan fokus memanfaatkan betul keunggulannya tersebut. Sedangkan perusahaan yang serakah akan dengan gampangnya membuka bisnis di bidang yang lain sehingga apa yang meraka lakukan tidak maksimal.

5. Budaya Disiplin

Hasil hebat yang berkelanjutan tergantung pada membangun budaya yang penuh dengan orang disiplin, konsisten dengan konsep tiga lingkaran serta tidak serakah atau tergiur dengan hal-hal di luar lingkaran tersebut.

6. Teknologi Pemercepat

Perusahaan ”Good to Great” tidak memulai transformasinya sebagai pelopor dari kemajuan teknologi. Namun mereka semua menjadi pelopor dalam menggunakan teknologi yang benar-benar tepat dan cocok dengan kondisi perusahaan mereka.

7. Roda Pengatur

Perusahaan ”Good to Great” tidak pernah memiliki suatu peristiwa sebagai momentum transformasi mereka. Mereka hanya bekerja keras, terus-menerus, dari waktu ke waktu seperti halnya roda yang terus berputar. Pihak luar akan melihat bahwa mereka telah melakukan pencapaian tertentu melalui sebuah kerja keras yang konsisten dilaksanakan.

Semoga berguna..!

Artikel ini dapat juga dibaca di berbagi dengan sesama

Filed under: Artikel, Improvement, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: