BarudakGudang

… soccer addict, automotive buff, music holic …

Carlos Slim terkaya 2010 kalahkan Bill Gates


Pengusaha telekomunikasi asal Meksiko, Carlos Slim dinobatkan Forbes sebagai orang terkaya di dunia tahun 2010. Posisi tersebut mengalahkan Bill Gates yang menjadi langganan sebagai manuasi paling tajir di bumi.

Forbes memperkirakan kekayaan bersih Slim senilai US$ 53,6 miliar, dibanding Gates yang memiliki US$ 53 miliar. Sementara itu, investor Warren Buffet ada di peringkat ketiga dengan kekayaan US$ 47 miliar.Ketiga miliarder ini meraih kembali US$ 41,5 miliar dari 68 miliar yang hilang dari genggaman mereka tahun sebelumnya.

Slim, 70, menjadi yang teratas untuk pertama kalinya, menggeser pendiri Microsoft Bill Gates. Slim naik dari tempat ke tiga di tengah keberhasilan dari America Movil, operator telepon seluler Amerika Latin terbesar.

Ini adalah pertama kalinya sejak 1994 warga negara non-AS menempati tempat teratas. Meski Gates, 54, tergelincir ke tempat ke dua, Amerika Serikat tetap jauh dominan dengan orang super-kayanya, dengan 403 miliarder, atau 40% dari 10 angka kekayaan dunia, turun dari 45%.

Jumlah miliarder di seluruh dunia hampir pulih pada 2010 setelah turun sepertiga tahun lalu selama krisis keuangan global. Kini ada 1.011 miliarder dibandingkan 793 tahun lalu dan 1.125 pada 2008. Kekayaan bersih para miliarder ini tumbuh menjadi US$ 3,6 triliun dari US$ 2,4 triliun tahun lau, tapi masih turun dibanding US$ 4,4 triliun pada 2008, menurut daftar tahunan ke-24 Forbes.

7 Orang Indonesia Dalam Daftar 1.000 Orang Terkaya Dunia
Sementara dalam daftar 1.000 orang terkaya di dunia, secara total Indonesia menempatkan 7 wakilnya. Perwakilan Indonesia dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia versi majalah Forbes yaitu :
1. Michael Hartono, posisi 258 (70 tahun) US$ 3,5 Miliar
2. R Budi Hartono, posisi 258 (69 tahun) US$ 3,5 Miliar
3. Martua Sitorus, posisi 316 (50 tahun) US$ 3 Miliar
4. Peter Sondakh, posisi 437 (58 tahun) US$ 2,2 Miliar.
5. Sukanto Tanoto, posisi 536 (60 tahun), US$ 1,9 Miliar
6. Low Tuck Kwong, posisi 828 (61 tahun), US$ 1,2 Miliar
7. Chairul Tanjung, posisi 937 (47 Tahun), US$ 1 Miliar.

Michael Hartono dan Budi Hartono merupakan bersaudara pendiri perusahaan rokok Djarum. Michael tercatat memiliki 49% saham di Djarum, sementara 51% dikuasai Budi.Grup Djarum kini juga menguasai mayoritas saham di BCA, bank dengan nasabah terbesar di Indonesia. Keduanya juga menguasai Grand Indonesia, sebuah pertokoan mewah di jantung kota Jakarta.

Sedangkan Martua Sitorus merupakan pemilik perusahaan sawit Wilmar International. Martua membeli perkebunan sawit pertamanya pada tahun 1994. Setahun kemudian, ia mendirikan Wilmar International dengan keponakannya, Robert Kuok yang juga masuk dalam jajaran orang terkaya dunia.

Merger antara Wilmar dengan kebun sekaligus agribisnis Kuok menghantarkan perusahaan tersebut sebagai salah satu yang terbesar di Asia. Sebagai Chief Operationg Officer, Martua masih memiliki 10% saham di perusahaan yang harga sahamnya telah melonjak hingga dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara Peter Sondakh yang merupakan pemilik konglomerasi Grup Rajawali berhasil mencetak kekayaan US$ 2,2 miliar. Ia berhasil meraup US$ 350 juta dari penjualan Bentoel kepada British American Tobacco pada Juni tahun lalu.Ia juga menjual sahamnya di Excelcomindo Pratama (XL Axiata) pada tahun 2007 dengan hasl mencapai US$ 400 juta.

Grup Rajawali saat ini tercatat masih menguasai saham di Semen Gresik. Kelompok usaha ini pada Januari lalu memberikan US$ 20,5 juta ke Harvard untuk mendanai lembaga pendidikan baru di Asia dan program baru di Indonesia.

Low Tuck Kwong merupakan pemilik dari perusahaan batubara Bayan Resources. Bapak dua anak ini membeli perusahaan tambang pertamanya pada tahun 1997, lima tahun setelah menjadi Warga Negara Indonesia. Kwong yang merupakan pecinta binatang itu juga tercatat memiliki saham di Manhattan Resources.

Sedangkan Sukanto Tanoto adalah pemilik konglomerasi RGM (Raja Garuda Mas) dengan bisnis mulai dari kertas hingga CPO.Siapa tak kenal Chairul Tanjung. Pemilik Para Group ini semakin menggurita bisnisnya dari stasiun televisi, bank hingga waralaba. Tahun lalu ia bergabung dengan Wapres Jusuf Kalla membuat studio di Makassar.

Filed under: Berita, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: